Perut Mulai Keroncongan Pukul 15.00 Selama Bulan Puasa

Egg Benedict, Pardon My French Resto, 2019

Lucu banget sih sebenernya. Cuma karena bulan puasa tidak boleh menjelekkan orang lain, jadi tertawa terbahak-bahaknya ditahan.

Pas bulan Ramadhan seperti sekarang ini, biasanya tulisan yang paling laku dibaca itu, selain soal resep masakan, adalah tentang bagaimana terhindar dari rasa haus dan lapar. Judulnya sih bervariasi, mulai dari yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal sama sekali.

Contoh judul yang tidak masuk akal itu seperti, “Tips terhindar dari rasa haus dan lapar selama berpuasa”.


Yang kayak gini tidak masuk akal. Rasa haus dan lapar itu tidak bisa dihindari dan akan tetap akan datang bahkan tanpa bisa diminta. Selama tidak minum dan makan dalam jangka waktu tertentu, otomatis perut kirim sinyal ke otak untuk memberitahukan perut perlu diisi, yang dalam istilah kita disebut lapar.

Jadi, karena puasa itu tidak makan sejak imsak/subuh sampai maghrib, haus dan lapar itu tidak bisa dihindarkan.

Kalau ada yang bilang kalau haus dan lapar bisa dihindari saat puasa Ramadhan berarti dia sedang beromong kosong atau ngibul (berarti pahala puasanya berkurang).

Bukankah bahkan Rasulullah SAW sendiri menyebutkan bahwa puasa itu menahan rasa haus, lapar, amarah, dan hal lain. Ia tidak pernah bilang menghilangkan rasa lapar dan dahaga karena pastinya beliau menyadari bahwa lapar dan haus adalah bagian dari berpuasa itu sendiri.

Dan, belajar dari tahun ke tahun menjalani puasa Ramadhan, yang saya perhatikan itu energi yang disediakan makan sahur, bagi saya, hanya cukup sampai jam 15.00 saja. Setelah itu rasa lapar biasanya mulai mengganggu.

Tambahan gejala tercermin dari semakin susahnya otak untuk berpikir atau diajak bekerja karena suplai energi sudah tidak ada lagi.

Jadi, saya pikir, wajar saja kalau selama bulan puasa produktivitas manusia akan menurun karena energi yang disediakan makanan untuk beraktivitas juga berkurang. Belum ditambah dengan lama waktu tidur sehari yang juga berkurang.

Nah, kalau ada ustadz yang berceramah bahwa umat muslim harus tidak turun produktivitasnya selama berpuasa Ramadhan, saya akan bilang, dia mungkin nggak belajar ilmu biologi dan kesehatan. Mungkin juga dia masih terlalu ngantuk untuk bisa diajak berpikir bahwa itu adalah realita dan fakta yang tidak bisa diubah hanya dengan sekedar ceramah dari dirinya.

Perut keroncongan selama puasa, atau mulut kering karena kurang minum, semua itu adalah wajar saat menjalani puasa. Cuma, terkadang banyak orang yang mencoba mendramatisir saja dengan cara masing-masing agar orang jadi memperhatikan mereka.

Dan, karena mendekati Maghrib seperti sekarang adalah saatnya keroncongan di perut semakin nyaring.

Bogor, 9 Mei 2020

Leave a Comment