
Hari ini, Minggu, 27 September 2026, saya posting ‘lumayan’ banyak di media sosial. ‘Lumayan’ lah dibandingkan hari biasa yang seringnya hanya 0 posting sejak beberapa bulan lalu.
Padahal, saya punya banyak sekali akun media sosial di beberapa platform. Banyak? 3 di Facebook, 3 di Tiktok, 2 di Instagram, dan 2 di Threads. Yang di X alias Twitter ada 2 tapi sudah tidak pernah ditengok.
Banyak kan?
Pola akun media sosial yang saya punya, satu akan memakai nama asli, setidaknya satu lagi dengan nama Lovely Bogor, yang diniatkan untuk segala sesuatu tentang Kota Hujan, Bogor.
Jadi, akan selalu ada beberapa akun di setiap platform medsos.
Nah, karena memang keterbatasan waktu, yang dipergunakan untuk menutupi alasan sebenarnya, yaitu ‘kemalasan”, pola posting saya selalu naik turun. Kadang posting, sering tidak. Merasa diri bukan influencer, saya tidak merasakan pentingnya memakai media sosial. Blog lebih sering menjadi sarana untuk menuangkan pikiran.
Namun, hari ini, ketika saya membuka-buka folder penyimpanan foto, ribuan foto tiba-tiba hadir di depan mata. Hasilnya adalah kebingunan, foto-foto ini harus dipergunakan untuk apa.
Disimpan saja tidak akan membuatnya menjadi harta karun dan menghasilkan uang. Belum lagi, tidak semua foto bagus menurut kaidah fotografi dan juga banyak yang jauh dari indah.
Itu alasan utama foto-foto itu tetap tersimpan.
Setelah pikir punya pikir, akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan. Daripada foto-foto itu benar-benar menjadi tidak berguna dan hilang begitu saja, karena hard disk rusak, lebih baik disimpan di media sosial.
Siapa tahu saja ada yang bisa mempergunakannya.
Jadilah, sejak hari ini, saya memutuskan untuk lebih rajin bermain di media sosial lagi. Satu persatu foto akan disebarkan dan disimpan di semua akun medsos yang ada.
Entahlah, apakah memang nanti akan ada yang bisa ‘menggunakan’ atau tidak? Setidaknya, dalam pikiran, saya memberikan kesempatan pada foto-foto itu untuk bisa dimanfaatkan orang lain.
Siapa tahu saja ada yang ‘terinspirasi’ dan bisa memanfaatkannya untuk tujuan mereka?
Siapa tahu kan? Setidaknya foto-foto itu diberikan kesempatan untuk menjadi ‘berguna’. Lagi pula, saya bisa berlatih menulis kembali serta membiasakan dengan dunia media sosial. Dunianya orang masa kini.
Bogor, 17.43