
Seseorang pernah menyebut saya stoik, alias orang yang memiliki karakter menyingkirkan sesuatu yang tidak penting. Orang penganut paham ini akan lebih fokus pada memikirkan hal-hal yang bisa dijangkaunya.
Dan, saya mengakui, mungkin kadar ke-stoik-an dalam karakter diri sendiri cukup besar. Namun, saya tidka yakin bisa dikatakan 100%.
Namun, kalau melihat dari kebiasaan saya yang tidak pedulian dengan omongan atau pandangan orang, yah bisa dikata saya masuk ke dalam kategori ini.
Bagi saya, baik pujian atau cercaan adalah dua hal yang sama. Bedanya, keduanya ada pada titik yang berseberangan. Bagi banyak orang, pujian akan menyenangkan dan cercaan akan menyakitkan.
Namun, karena saya hampir tidak pedulian, reaksi kalau mendengar salah satunya adalah sama, yaitu senyum atau diam saja.
Keduanya tidak bisa saya kontrol. Lalu, untuk apa harus saya pikirkan? Saya tidak bisa mengatur orang untuk mengarah ke satu sisi saja. Itu urusan mereka, bukan saya. Lagi pula, buang-buang waktu saja untuk mencoba melakukan hal itu.
Yang terpenting buat saya adalah fokus pada diri sendiri saja. Teramat sangat tidak penting memperhatikan, apalagi mengarahkan pikiran orang untuk memihak kita. Selama tidak melanggar hukum, jalankan saja.
Kecuali, ketika kita berbisnis. Suka atau tidak suka, maka kadar ke-stoik-an harus dikurangi atau bahkan dihilangkan.
Pandangan orang menjadi penting karena pada ujungnya kita berharap ia menjadi pembeli atau pengguna jasa yang kita tawarkan. Pandangan orang bisa berubah menjadi uang yang menjadi tujuan utama dalam berbisnis.
Ketidakpedulian dalam urusan yang satu ini bisa berakibat fatal.
Oleh karena itulah, saya tidak berani mengatakan kadar ke-stoik-an saya 100%. Semua itu karena saya memiliki usaha/bisnis dan juga bergerak di bidang marketing.
Pandangan orang lain, terhadap diri saya sebagai seorang pebisnis atau marketer akan menentukan banyak hal.
Namun, saya akan menjadi stoik 100% kalau itu tidak berkaitan dengan kedua hal ini. Silakan orang mau menilai apapun, dan saya hanya akan tersenyum
Karena, di luar kedua hal di atas, saya tidak menjual apapun, apalagi diri sendiri, dan saya tidak perlu memandang penting pandangan orang.
Sekali lagi, itu hak dan urusan mereka, yang tidak perlu saya pikirkan.
Tidak ada gunanya juga dan hanya akan menghabiskan waktu dan enerji saya yang tidak banyak.