
Lagi! Kata itu pertanda bukan pertama kalinya saya berkunjung ke kafe yang berada di wilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor itu.
Kalau dihitung, sudah lebih dari 7 kali, kafe yang berada tidak jauh dari perumahan elit Summarecon itu saya datangi. Yang jelas bukan hanya satu kali.
Tempat favorit? Iya! Jelas itu!
Bukan karena makanannya, yang sebenarnya termasuk kategori biasa saja, kecuali bakso malangnya yang enak. Kopinya pun bukan termasuk salah satu yang terenak.
Bukan semua itu. Karena kalau hanya karena makanannya, saya bisa menikmatinya tanpa harus berkendara dan mengeluarkan uang untuk tol ke arah Ciawi. Ada gerai Kopi Nako di dekat rumah.
Tempatnya lumayan banget nyaman dan enak. Pemandangannya, OK-lah dibandingkan kedai kopi di tengah kota Bogor, walau tidak juga spesial.
Area terbukanya luas sekali. Jadi, yang datang bisa duduk bersantai di bawah naungan pohon jati sambil menghirup udara segar, yang sulit didapat di Bogor, yang semakin panas itu.
Bagi seorang yang rutinitas tiap hari berada dalam kantor yang kecil, Commuter Line yang tidak kalah menyesakkan nafas, dan kehidupan yang monoton, suasana di sana memberikan sesuatu yang berbeda.
Tidak spesial banget, tetapi berbeda.
Itulah salah satu alasannya. Meski bukan yang terbesar dan yang paling utama.
Alasan utamanya adalah karena di tempat itu, saya bisa bebas merasakan “me time” berdua dengan orang tersayang saya.
Melepas kepenatan dari keseharian. Ngobrol ngalor ngidul tidak jelas tentang apapun. Ngegibahin banyak orang tanpa harus khawatir terdengar orang yang dikenal.
Kami berdua bisa seperti kembali ke masa pacaran dulu.
Lokasinya memungkinkan sekali karena jarak dengan pengunjung lain tidak terlalu rapat. Tidak perlu kami berbisik bisik. Kami bisa bebas tertawa atau ngakak sekalipun tanpa takut ada yang terganggu, seperti kalau di kafe ruang tertutup.
Dan, setidaknya pemandangannya tidak tembok lagi, tembok lagi. Ada warna hijau daun, abu-abu batu kerikil, coklat, dan sebagainya. Semua terasa hidup dan mendukung kami tuk kembali sejenak ke masa indah dulu.
Kami bisa sejenak melepas beban.
Sudah pasti, sebenarnya, bukan landskap atau lokasinya atau makanannya yang menyebabkan kami suka berada di sana. Kehadiran masing-masing lah yang menyebabkan rasa itu hadir.
Namun, tidak dapat dipungkiri, tempatnya sendiri memberikan tambahan sentuhan “kegembiraan”, yang belakangan sulit didapatkan dalam kehidupan keseharian kami.

Walaupun, saya tahu bahwa saya tidak akan pernah mau untuk pergi ke sana sendiri saja, tanpa si Yayang, tetap lah Kopi Nako Kebon Jati itu sudah mendapat approval dari berdua.
Sebagai tempat ketika kami berdua ingin melepas kepenatan kehidupan sejenak dan menjauh dari keriuhan. Tempat untuk kata anak Gen Z, healing, atau kata anak Gen X seperti saya, refreshing.
Bogor, 21.30
Wajahnya miriiiip 😃 sehat-sehat selalu pak Anton, mbak Yayang, dan juga kribo ☺️
Hahahaha… mirip ya, padahal beda ibu dan bapak loh.
Kamu juga sehat sehat ya Mega