Berangkat 10 Menit Lebih Awal Lebih Baik Daripada……

Stasiun Cilebut, 10 Juli 2019

Kadang aku heran sama orang-orang, terutama sesama pengguna jasa Commuter Line atau KRL Jabodetabek. Kok, yah hobby banget lari-lari di dalam stasiun sampai terkadang nabrak-nabrak.

Iya sih, aku tahu sebagai sesama anker. Pasti karena “mengejar” kereta. Pastinya tidak ada yang mau terlambat datang ke kantor dan terus dipotong uang makannya. Maklum banget dah. Belum lagi penilaian kinerja menjadi buruk.

Cuma nggak lucu juga kalau akibatnya ada masalah lain yang timbul, contohnya jatuh (dah berulangkali kejadian) atau ribut sama orang yang ditabrak. Efeknya, ya sama saja bisa terlambat masuk kantor.

Padahal, pemecahan masalahnya sederhana saja. Toh, CL itu ada jadwalnya, tetap dan tidak berubah. Kalaupun berubah, biasanya nggak setahun sekali dan disosialisaikan lebih dulu. Jadi, kapan harus berangkat dari rumah untuk sampai stasiun itu bisa diperhitungkan.

Kenapa nggak berangkat lebih awal saja. Nggak usah banyak-banyak, 10 menit saja dari perhitungan awal. Sudah cukup. Dengan begitu, paling nggak kita tidak terburu-buru dan terus harus sprint untuk ngejar kereta. Kalaupun kita terlalu cepat, tidak ada masalah juga, kita bisa menunggu dengan tenang atau bahkan berangkat dengan kereta yang lebih awal.

Yang pasti sih, dengan begitu, kita nggak perlu ngos-ngosan dan keringetan akibat dipaksa melakukan olahraga. Bener-bener nggak enak rasanya berdiri dalam kereta yang padat keringetan, dan napas seperti habis dikejar hantu.

Saya pernah merasakannya.

(Edisi masih bete sama orang-orang yang lari-lari dan nabrak nabrak di stasiun Cilebut, 11 Juli 2019, jam 06.50 di atas Commuter Line yang untuk berdiri saja susah)

Leave a Comment