Lengkapnya adalah “Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kau akan memenangkan 1000 pertempuran”. Ungkapan itu berasal dari pemikiran filsuf asal Cina, yang juga merupakan ahli strategi, Sun Tzu.
Saya membacanya dari buku “The Art of War “atau Seni Berperang.
Hal itu mengingatkan pada sebuah kasus di media sosial yang belum lama berlalu, yaitu antara para Nakes vs pasien BPJS (yang akhirya meninggal dunia pada 31 Juli 2026).
Curhatan sang pasien di Threads yang mengatakan dirinya menunggu 8 jam dan belum mendapatkan kamar mendapat balasan dari lumayan banyak tenaga kesehatan. Responnya negatif.
Sebagai hasilnya adalah para perawat dan dokter yang memberikan komentar tersebut menerima konsekuensi berupa pemutusan hubungan kerjasama, mengundurkan diri, serta pemutusan beasiswa. Tentunya juga hujatan dari netijen Indonesia yang terkenal lumayan ganas.
Peristiwa ini mencerminkan betapa pepatah dari sang filsuf itu benar adanya.
Para nakes tidak kenal dirinya sendiri, profesinya yang memiliki batasan etis untuk sebagai garda depan kesehatan masyarakat. Mereka yang seharusnya bersikap tenang, mengayomi, dan bisa menahan emosi, melewati batas yang ada.
Ketidakpahaman mereka akan kekuatan dirinya dalam menghadapi netijen juga menunjukkan ketidakmampuan menilai diri sendiri.
Dokter dan perawat yang terlibat juga tidak sadar lawan yang dihadapi, para netijen Indonesia yang bisa menghajar siapapun tanpa rasa sungkan. Kekuatan mereka bahkan bisa menghadirkan tekanan yang sulit diatasi.
Mereka juga tidak paham ‘medan perang’ yang diambil, media sosial dimana mereka bisa diserang dari segala penjuru, oleh siapapun. Sesuatu yang bisa memastikan kesalahan.
Tidak heran hasilnya, para nakes tersebut kalah dalam ‘pertempuran’ ini. Tidak heran juga jikalau mereka tidak sadar kesalahannya, mereka akan kalah dalam 999 pertempuran yang lainnya.
Bogor, 19.24