Bagaimana tidak? Senin yang seharusnya waktu istirahat karena saya mengambil cuti, justru menjadi hari yang menegangkan.
Si Yayang merasa pusing dan minta diantar ke dokter. Sesampainya di IGD RS Hermina, Bogor, diketahui tekanan darahnya mencapai 200/110. Wadawww….
Mengikuti saran dari dokter, ia akhirnya harus masuk ICU agar bisa diawasi.
Padahal, keesokan harinya, rencana perbaikan septic tank harus tetap jalan karena sudah lumayan lama masalah ini tertunda.
Hasilnya adalah saya harus bolak balik rumah sakit dan rumah untuk menemani si Yayang dan sekaligus mengawasi jalannya perbaikan rumah. Cuti akhirnya harus diperpanjang supaya bisa menemani orang tersayang tersebut.
Untungnya tidak berlangsung lama. Si Yayang bisa pulang setelah 2 malam di Hermina dan perbaikan septic tank pun ternyata hanya butuh 2 hari juga.
Bersamaan.
Kemudahan yang diberikan oleh Allah kepada saya.
Hari Kamis, 23 Juli 2026, saya sudah masuk kantor lagi dengan badan terasa capek sekali dan pekerjaan yang tertunda menumpuk. Walaupun ada perasaan lega melihat si Yayang sudah kembali ke rumah, meski belum 100% fit.
Hari ini terasa membaik karena selain badan agak segar, juga kondisi Yayang yang mulai terlihat membaik, meski masih agak tegang.
Mudah-mudahan besok dan seterusnya situasi akan terus membaik dan minggu yang ‘kacau’ ini bisa segera masuk catatan saja.
Bogor, 9.33
Hal yang udah sering saya alami kaya begini Kong.ππ Cuma beda masalahnya saja.
Niat Hati ngambil Cuti kerja biar bisa santai dirumah dan menghilangkan jenuh.. Tapi begitu, Sesuatu yang sudah buat terkadang bisa dibarengi sama masalah yang mau tidak mau kita harus kerjakan atau pilih salah satunya.ππ
Tapi langkah yang dikau ambil sudah tepat kong. Lebih baik milih keduanya ketimbang harus pilih yang mana. Meski terkadang ada sebagian orang yang lebih memilih salah satunya. Maanntaappp dech kong.πππ
Tiba tiba kepala gue ngeleyeng puyeng baca komenmu..
Hahahaha.. Pekabar bro?