Sumpah Deh! Tidak Mengerti Tulisan di Kopi Janji Jiwa

Sumpah Deh! Tidak Mengerti Tulisan di Kopi Janji Jiwa

Saya bukan penggemar dan pecinta kopi. Itu sebuah pengakuan jujur. Saya tidak bisa membedakan dan berkomentar tentang rasa secangkir kopi, mau hitam atau dengan cream, bagi saya tidak banyak beda.

Bukan berarti saya tidak minum kopi. Minuman yang satu ini sudah merupakan bagian dari kehidupan saya. Biasanya 2 gelas atau cangkir akan diteguk setiap harinya, terutama yang sachetan seperti Torabika Capuccino yang pasti akan mengundang komentar sinis para pecandu kopi “tulen”.

Kenapa tetap minum kopi? Yah, maklum saja terkadang butuh sesuatu yang berbeda dalam hidup agar bervariasi, masa sih saya harus minum hanya air putih atau teh saja. Lagi pula, paling tidak minum kopi membuat mata melek sedikit, apalagi kalau sedang mengerjakan laporan yang datanya berderet-deret itu.

Rasanya butuh sesuatu untuk memaksa matanya terbuka lebih lama.

Kadang juga kopi bisa menjadi teman yang menyenangkan kalau sedang ngobrol dengan bapak-bapak di pos satpam dan begadang.

Nah, hari ini, karena rasanya mata sudah penat sekali melototin spreadsheet analisa costing, dan kebetulan persediaan kopi sachet di kantor sudah habis (lupa beli), jadilah saya memesan kopi dari luar, yaitu Kopi Janji Jiwa.

Entah juga mesannya dimana, buat saya tidak masalah. Yang penting ada kopi saat ini.

Sumpah Deh! Tidak Mengerti Tulisan di Kopi Janji Jiwa

Bukan kopinya yang menarik perhatian. Buat saya sih sama saja. Hanya lebih pahit daripada kopi sachet saja, entah nama kopinya sih.

Yang menarik itu, berbagai tulisan yang tertulis pada gelas plastiknya. Sekarang sepertinya memang penjual kopi berusaha memberikan kesan yang berbeda, branding, pada apa yang mereka jajakan. Biasanya berupa tulisan-tulisan bernada kekinian dan kesannya nyastra dan puitis banget.

Cuma ya itu masalahnya.

Saya bukan ahli sastra dan bukan pujangga. Meski dulu kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesi (sekarang Fakultas Ilmu Budaya), urusan sastra saya masih tetap paling bodoh dan tidak mengerti. Maklum lah, bukan orang yang peka dan berperasaan halus.

Sumpah Deh! Tidak Mengerti Tulisan di Kopi Janji Jiwa

Kalau sekedar tulisan di bagian penutupnya, yaitu “KOPI DARI HATI”, agak sedikit mengerti. Mungkin maksudnya, bahwa kopi yang disuguhkan itu dibuat dengan penuh passion oleh baristanya. Dan, biasanya yang dibuat sepenuh hati, biasanya enak.

(Meski tetap saya pikir tidak banyak beda juga dengan kopi sachetan)

Cuma yang satunya lagi, yang ada di bagian sisi :

#Teman Sejiwa
“Sebuah Cerita Tentang Jiwa Menepati Janji Secangkir Kopi”

Sumpah, nggak ngerti banget.

Apa hubungan antara “teman sejiwa, cerita tentang jiwa , dan apa yang dijanjikan secangkir kopi”

Emang kopi bisa janji apa?

Entahlah maksudnya apa.

Paling tidak, meski tulisan itu entah bermakna apa, setidaknya sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, yaitu menarik perhatian orang.

Dan, kali ini perhatian saya yang bukan pecinta kopi.

(Depan meja kerja, sambil menyeruput kopi yang agak pahit dan tidak semanis kopi sachetan, 9 Juli 2019, jam menunjukkan pukul 16.21 dan di bawah terdengar keributan katanya ada orang mau ngelabrak orang berselingkuh)

Leave a Comment