Di Jendela Commuter Line

Boleh tertawa kalau mau, tetapi dasarnya memang kepala tidak mau berhenti mikir bahkan saat berdiri dalam Commuter Line, si KRL Jabodetabek pagi ini sesuatu di jendela membuat saya iseng mikir.

Sesuatu itu berupa stiker yang banyak menempel di jendela KRL, yang isinya “Apabila terjadi keadaan darurat, jendela dapat diturunkan (dibuka) untuk evakuasi keluar

Yang membuat kepala tiba-tiba mikir adalah karena kebiasaan para penumpang kereta, ketika AC tidak berfungsi dengan baik, dan mereka kegerahan, biasanya jendela akan diturunkan.

Nah, pertanyaannya, “Apakah kegerahan termasuk keadaan darurat?” Catatannya, ketika AC mati dan di dalam kereta gerahnya minta ampun, penumpang jelas masih dapat bernafas dengan baik.

Logikanya, kalau dianggap keadaan darurat pun, artinya setelah jendela diturunkan seharusnya penumpang keluar dari kereta dan dievakuasi. Begitu setidaknya interpretasi dari tulisan tersebut karena fungsinya adalah evakuasi keluar.

Pertanyaan yang pastinya akan dijawab banyak penumpang dengan pembenaran bahwa mereka berhak membuka jendela ketika AC tidak berfungsi. Alasan utamanya adalah susah bernafas, walau sepertinya tidak mungkin karena saat mengatakan itu biasanya mereka normal saja, tidak ada tanda mau pingsan, dan hanya merasa gerah saja.

Tidak ada situasi darurat yang membahayakan jiwa sama sekali.

Biarpun orang zaman sekarang terlalu terbiasa hidup dengan AC, kepadatan penumpang masih jauh dibandingkan dulu. Kemungkinan orang mati karena kegerahan itu kecil sekali.

Jadi, sepertinya ada perbedaan definisi “darurat” di sini. PT KCI mungkin berpandangan dalam kasus kecelakaan, kebakaran, atau yang lain yang membahayakan nyawa, jendela bisa dibuka. Sudah pas karena memang hal itu umum dimanapun.

Namun, definisi penumpang adalah ketika mereka kegerahan, itu sudah darurat.

Mungkin, penumpang masa sekarang sudah terlalu manja sehingga versi daruratnya sudah sampai tahap itu.

Itulah mengapa saya tidak pernah mau diminta membuka kereta, walaupun AC mati dan tidak berfungsi. Karena saya tidak berpikir berada di dalam bahaya yang mengancam jiwa, dan karena itu jendela KRL harus tetap dalam kondisi tertutup.

Kegerahan tidak termasuk standar darurat versi saya.

Paling hanya misuh-misuh saja yang saya lakukan.

Leave a Comment