Tiga Sepatu

Saya punya tiga sepatu. Empat sebenarnya, tetapi yang satu meski masih ada sudah akan dibuang karena sudah robek di salah satu sisinya. Entah kenapa si Yayang belum juga membuangnya.

Yang pertama, harganya 250 ribu-an. Yang satu lagi, dibeli lewat Tokopedia sekitar Maret yang lalu dengan harga 100 ribu-an.

Yang terakhir, hadiah ulang tahun dari dua orang tersayang di bulan ini. Yang termahal karena, walau mereka tidak mau menyebutkan harganya, mencapai 1 juta rupiah.

Wow.

Buat saya memang harga segitu untuk sepatu memang “wow”,

Selama hidup yang sudah 55 tahun ini, itulah sepatu termahal yang pernah saya punya. Sebelumnya, semua sepatu yang saya punya harganya di bawah 500 ribu rupiah.

Tidak ada alasan spesifik mengapa demikian, tetapi saya memang tidak terlalu peduli pada merek. Yang penting ada alas kaki yang bisa digunakan untuk bepergian.

Soal kenyamananpun, bukan masalah juga karena saya orang yang percaya bahwa ketika hati menerima dan nyaman, maka apapun akan terasa nyaman pula.

Jadi, saya tidak peduli dengan harga ataupun terpengaruh untuk merek.

Hanya saja, si Yayang dan si Kribo punya pandangan lain. Mereka berdua ingin saya, yang selama ini mencari nafkah juga bisa menikmati hasil jerih payahnya. Mereka tahu bahwa saya berjuang untuk kenyamanan mereka dan sering tidak peduli pada diri sendiri.

Keduanya memutuskan, kado ultah kali ini, harus lebih memberikan kenyamanan kepada saya. Dan, mereka sempat ngomel ketika saya tidak mengenakan sepatu kado itu.

Hari ini, dan sudah beberapa hari dilakukan, saya menjadikan sepatu terakhir itu sebagai favorit dan sisanya sebagai cadangan saja. Kalau tidak terpaksa , sepatu cadangan tidak akan bertugas.

Dan, memang sepatu itu nyaman sekali dan setiap memakainya saya merasakan ada rasa senang.

Tapi, saya tahu, itu bukanlah karena harganya. Banyak sepatu lain yang harganya berkali-kali lipat dari yang saya pakai saat ini. Juga bukan karena sepatu itu harganya adalah termahal dari yang pernah dimiliki.

Alasannya karena dalam sepatu ini ada perhatian dan rasa sayang dari dua orang terpenting dalam kehidupan saya.

Lebay mungkin kata orang, tetapi itulah yang saya rasakan dan sering membuat saya tersenyum saat berjalan.

I am happy.

Leave a Comment