Kopi : Si Kambing Hitam

Sudah beberapa hari, atau tepatnya sekitar semingguan saya mengurangi minum kopi.

Biasanya dalam sehari setidaknya 2 gelas Nescafe Classic masuk ke perut saat berada di kantor. Dua gelas, yang kadang diisi larutan 2 sachet kopi non gula itu merupakan teman saat bekerja.

Belum lagi kalau sedang ngobrol, saya menambahkannya dengan berbagai jenis kopi lainnya.

Namun, karena kemudian, saya membeli tensimeter, dan menemukan tekanan darah di atas rata-rata orang sehat, sempat mencapai 170/110, kebiasaan itu diputuskan dihilangkan.

Saya merasa bahwa kopi adalah salah satu penyebabnya.

Padahal, setelah dipikir ulang, ada banyak hal lain yang menyebabkan tekanan darah meninggi seperti itu.

Sebut saja, beberapa potensi penyebab, seperti si Yayang masuk rumah sakit karena tekanan darahnya tinggi sekali, banyak pikiran karena masalah pengelolaan kafe Tanbu, urusan RT yang penuh konflik dan tidak kunjung usai, dan berbagai hal lainnya.

Bukan hanya si hitam saja yang berkontribusi terhadap kondisi sekarang, walaupun tentunya ia juga berperan membuat saya tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Untungnya, walau bukan kesalahannya 100%, keputusan rehat dari meminumnya lumayan memberi efek. Tekanan darah menurun, walau belum kembali normal, ke angka 140-150/88-95 saja.

Membaik.

Oleh karena itu, meski sebenarnya kangen minum kopi, sampai dengan kondisi badan lebih stabil dan membaik, saya memutuskan menahan diri.

Tentunya, sambil diimbangi dengan perubahan pola hidup/makan, karena tidak elok juga menjadikan si kopi sebagai kambing hitam 100%.

Saya yang salah dalam mengelola hidup sendiri.

Jakarta, 14.10

2 thoughts on “Kopi : Si Kambing Hitam”

  1. 🤣🤣🤣 Yang paling umum tekanan darah orang pada naik yaa benar memang salah satunya Pikiran. Apa lagi kalau mikir yang Nggak2. Salah satunya berkhayal pengen punya emas 74Kg, atau mikir kepingin kawin lagi punya istri 5.🤣🤣🤣

    Masih doyan ngopi ente kong?🙄 Heebbbaattt!👍👍 Gue udah 10 tahun nggak doyan kopi & Rokok apapun bentuk kopi atau rokoknya.😁😁

    Reply
    • Yah.. saya mah masih mencoba menikmati hidup lewat kopi dan rokok.. hahahahahahaha

      Kalau soal pikiran, biasanya tensi naik pas mendekati akhir bulan tuh… bukan karena berkhayal

      Reply

Leave a Comment