Yah, demikianlah faktanya. Setelah absen mengurus lingkungan selama lebih dari 5 tahun, saya sekarang, turun gunung lagi dan menjadi sekretaris RT lagi. Saat tulisan ini ditulis, berarti sudah lebih dari 4 bulan.
Kok mau? Saya juga heran sih sebenarnya. Jabatan ini tidak menghasilkan uang atau status yang akan dipandang orang lain.
Namun, keluhan si Yayang lah yang akhirnya menjadi dorongan untuk mau kembali terjun. Ia selama beberapa tahun terakhir berulangkali mengeluh karena lingkungan dimana kami tinggal seperti tidak terawat dan terkesan kumuh.
Padahal, kami tinggal dalam sebuah cluster perumahan.
Pos satpam terkesan jorok, kotor, dan kusam. Taman penuh dengan ilalang. Di berbagai sudut cluster terlihat gelap.
Keluhan yang sama juga disampaikan banyak warga yang lain.
Semua karena pengurus RT saat saya tidak terlibat terkesan mengabaikan perawatan lingkungan.
Meskipun awalnya segan, karena saya sendiri sudah 3 kali terlibat dalam kepengurusan RT, hanya akhirnya ada dorongan untuk sekali lagi coba memperbaiki lingkungan.
Yang ada di pikiran saya adalah saya sangat mungkin akan terus tinggal di sana. Jadi, pastinya akan terkena dampak berbagai ketidaknyamanan tersebut.
Dan, selain karena keluhan orang tersayang tersebut, saya juga mendapatkan dorongan untuk kembali membantu memperbaiki situasi.
Akhirnya, saya memutuskan untuk “kembali” dan meminta ditempatkan pada posisi yang dulu dipegang pada kepengurusan baru, sebagai sekretaris.
Alhamdulillah, dengan bantuan warga dan juga sesama rekan pengurus, setelah 4 bulan lebih, kondisi membaik.
Tentu saja, masih banyak hal yang harus diperbaiki, tetapi setidaknya kondisi saat ini membuat saya tidak merasa sia-sia menjadi sekretaris RT lagi.
Semoga saja ke depannya ada lebih banyak perbaikan lingkungan yang bisa dilakukan.
Jakarta, 14.22
Keren, pak. Making impact untuk lingkungan terdekat.
Saya ada keinginan begini, tapi buat hadir arisan aja susah sekarang, karena sering kerja di Sabtu dan Minggu 😂🤲🏻 memang harus memilih
Bukannya keren sih sebenernya. Kepaksa krn si Yayang nyerewetin terus. Dan kebetulan saya juga gatel sih liat berantakan gitu.
Iyalah, memang hidup adalah tentang pilihan
Gimana kabarnya Meg?
Keren dong, kan selain gatel juga dilaksanakan, bukan gatel dan ngeluh aja tapi ga ngapa-ngapain 😀
Alhamdulillah baik Pak. Banyak hal baru terjadi di tahun ini. Tunggu tanggal mainnya di blog *ehhh
Hahaha.. emang ngeluh bakalan merubah situasi? Ga dong. Harus ada tindakan nyata.
Aku mau komentar di blogmu cuma kan pake email yah.. abis ke dokter gizi yah? Kayaknya si Yayang juga perlu ke sana tuh. Masalahnya lumayan mirip wkwkwkwk