Treadmill Untuk si Yayang

Ada barang baru di rumah kecil kami. Barang ini, sebagai seseorang yang setiap hari berjalan kaki dari stasiun Gondangdia ke kantor, tidak saya perlukan. Namun, tetap saya beli.

Benda itu adalah sebuah treadmill.

Threadmill Untuk si Yayang

Saya memutuskan untuk membelinya melalui Tokopedia.

Bukan untuk keren-kerenan atau terlalu malas berjalan kaki. Keseharian saya sudah penuh dengan melangkahkan kaki yang kadang bahkan melebihi anjuran 10.000 langkah setiap hari.

Keputusan itu diambil sebagai tanda rasa sayang kepada wanita tercinta saya, si Yayang.

Saran dari dokter, terutama berkaitan dengan tekanan darahnya, kemudian berat badannya, dan juga kekuatan jantungnya, adalah melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki atau jogging.

Masalahnya adalah terkadang Bogor sangat panas atau hujan terus. Jika harus mengandalkan pada kebaikan cuaca, konsistensi olahraga ringan yang harus dilakukan si Yayang tidak akan terbangun.

Kalau hujan, dia akan kesulitan untuk keluar ruangan dan begitu pula kalau panas terik.

Jadi, untuk memastikan ia rutin melakukan sedikit olahraga ringan dan menggerakkan badan adalah menghadirkan alat bantu.

Dalam hal ini, saya memilih treadmill karena dengan begitu ia bisa tetap berjalan kaki setiap hari dan kapanpun ia mau , baik cuaca Bogor bersahabat atau tidak.

Kehadiran benda baru ini ternyata mulai terlihat hasilnya karena si wanita kesayangan saya tersebut mulai terlihat konsisten melakukan gerak tubuh ringan. Mulanya terasa berat baginya, tetapi sekarang mulai terlihat ia mulai terbiasa dan waktunya dengan si threadmill terus bertambah sedikit demi sedikit.

Kondisinya pun terlihat semakin membaik hari demi hari. Dipadukan dengan alat tensimeter, ia terlihat aktif mengontrol kondisi dirinya, tekanan darahnya.

Hari ini, ia melaporkan bahwa tensi-nya sudah mulai mengarah ke arah menurun, di bawah 150 dan 90-an.

Sebuah kemajuan, yang walau terlihat kecil, bagi saya besar karena ketika ia harus masuk rumah sakit, tekanan darahnya mencapai angka 244/130. Hari ini tensinya sudah mengarah ke arah kestabilan dan perbaikan.

Sesuatu yang sangat saya syukuri.

Bogor, 17.12

2 thoughts on “Treadmill Untuk si Yayang”

  1. Semangat olahraga, Mbak Yayang!

    Soalnya saya juga beli treadmill dengan alasan yang sama ahahaha. Cuaca ga jelas, terus kerjaan duduk melulu dan gak ada momen jalan kaki menuju transum. Maklum Bandung tidak transum friendly.

    Enaknya pake treadmill ini, sambil dasteran bisa, baru bangun bisa, pas mau tidur bisa. Gak usah ribet mikir pake baju apa, yang penting jalan kaki aja dulu.

    Semoga kita semua dimudahkan jalannya menuju sehat 💪💪

    Reply
    • Wah ada yang sama rupanya. Selamat berjuang juga Mega.

      Memang si Yayang sedang berjuang dan dia terlihat semangat meski dimulai dengan pelan-pelan. Belakangan kondisinya sudah membaik dan semakin lama daya tahan juga semakin membaik. Dia bisa bermain dengan si treadmill lebih lama.

      Saya berharap sekali dia semakin sehat. Jadi kita bisa jalan jalan lagi

      Reply

Leave a Comment

Cerita Lagi