Menulis di Tengah Malam

Jarum jam memang sudah menunjukkan, meski tidak tepat benar bahwa saat ini saya sedang menulis di tengah malam.

Tidak tepat benar karena jam di komputer menunjukkan pukul 00.54 bukan 00.00. Namun, karena kebiasaan orang Indonesia, dan kebetulan saya salah satu dari ratusan juta penduduk negeri ini, angka itu di pas-pasin saja. Biar terlihat lebih keren.

Ngapain masih menulis di saat kebanyakan orang sudah merem matanya? Yah, bukan karena terlalu rajin atau sok sebagai blogger pekerja keras, meskipun sebenarnya sekitar 1 tahun yang lalu yang seperti ini merupakan rutinitas sehari-hari, tetapi saat ini, bukan karena “kerajinan” yang menyebabkan di tengah malam hari masih melototin komputer.

Alasannya karena saya sedang beradaptasi kembali dengan kehidupan sebagai blogger. Hampir, karena tanggal tepatnya saya off dari kegiatan ngeblog, satu tahun kehidupan sebagai blogger ditinggalkan.

Alasannya, tentu saja karena ada hal yang dipandang lebih penting, yaitu karena saya beserta si Kribo kecil (yang badannya sudah besar) dan beberapa temannya sedang mencoba membangun LB Digital alias Lovely Bogor Digital.

Nama ini merupakan sebutan yang dipilih untuk sebuah usaha jasa digital marketing agency. Sejak tahun 2022 yang lalu, saya memang mencoba menemukan sebuah kesempatan untuk menghasilkan duit, yang pasti diperlukan untuk hari ini dan di masa depan, terutama di kala Undang-Undang akan memastikan saya pensiun sebagai seorang buruh berkerah putih.

Kesibukan dalam membangun usaha inilah yang menyebabkan semua blog yang ada seperti terbengkalai. Apalagi kemudian kesibukan itu ditingkahi dengan rasa malas yang perlahan menggunung, yang lagi-lagi mungkin disebabkan karena sudah lumayan lama ngeblog.

Jadilah, semua blog seperti penuh dengan sarang laba-laba, tidak terurus, meski beberapa diantaranya sempat diupdate, tetapi secara garis besar, bisa dikata blog-blog itu sudah menjadi zombie.

Barulah sejak beberapa minggu yang lalu, perhatian terhadap si LB Digital sudah tidak lagi menyita seluruh waktu. Kebetulan, si Kribo sudah memiliki waktu luang lebih banyak untuk turun hampir full time dalam kegiatannya.

Sejak itulah, saya berusaha kembali menjadi blogger, kalau bisa blogger aktif seaktif sebelum si LB Digital mbrojol alias lahir.

Masalah utama yang dihadapi adalah kemalasan, yang tidak diduga besarnya sudah melebihi rumah dan menjadi batu penghalang luar biasa besar. Hati dan kepala yang dulu akrab sekali dengan dunia blog seperti tertimbun dalam tumbukan kemalasan.

Hasilnya, sudah beberapa kali usaha dilakukan untuk melibatkan diri kembali dalam urusan blog dan hasilnya “luar biasa”.. gagal total. Beberapa kali saya hanya bisa memandang komputer, tetapi pandangannya kosong dan jari juga diam. Padahal, komputer sedang menyala dan terus menaikkan argo rekening listrik, sekaligus membuat ballpoint (yang stoknya banyak) serta keras (juga banyak stoknya) tersia-sia dan kurang sentuhan.

Oleh karena itulah, hari ini, Jumat, sehari setelah Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 78, saya memang sudah meniatkan untuk menceburkan diri kembali ke kolam renang blog. Baik dari mencari ide, menulis, membaca, dan sejenisnya.

Termasuk menulis posting baru, meski sekedar asal-asalan, seperti posting yang sedang Anda baca ini.

Tujuannya, hanya satu, melakukan adaptasi ulang. Sama prosesnya dengan para pemain sepak bola Liga Premier yang setelah masa istirahat akan ada berbagai sesi pre-season yang merupakan wujud dari adaptasi ulang.

Sasarannya, agar perlahan tetapi pasti ketajaman, naluri, dan kebiasaan sebagai blogger bangkit lagi dan perlahan mengikis si malas yang masih betah di dalam hati.

Itulah mengapa pada saat hari baru 1 jam memasuki hari Sabtu, 19 Agustus 2023 ini, saya masih berkutat di depan layar monitor komputer. Saya masih mengetik kata demi kata, yang saya tahu pasti terkesan asal-asalan dan ngawur karena tidak memberi manfaat kepada pembaca.

Karena, setiap kata yang diketikkan dalam posting ini memang tidak ditujukan untuk pembaca, sebenarnya. Kata demi kata itu ditujukan untuk memberi manfaat bagi si penulisnya sendiri.

Bukan kata-katanya yang penting, tetapi kata-kata itu akan membantu saya menjadi terbiasa kembali dengan kehidupan sebagai blogger.

Dan, memang sepertinya tidak sia-sia karena saya kembali sudah merasakan kegembiraan dan semangat sebagai blogger lagi, meski belum besar. Mirip seperti nyala lilin ketika PLN sedang ngadat. Kecil, tetapi kalau terus dilakukan pastinya akan membesar bahkan mungkin sampai menimbulkan kebakaran.

Itulah alasan mengapa saya masih menulis di tengah malam seperti ini.

Tidak penting kok, kecuali Anda mau ikut saya membuatnya menjadi terasa penting.

It’s your choice.

(Bogor, 19 Agustus 2023. Setelah tulisan ini diposting, barulah saya akan menuju kamar mandi, cuci kaki, dan kemudian tidur menyusul sebagian besar orang lainnya.

Jangan tanya mengapa foto yang dipajang tidak menggambarkan suasana malam karena saya juga masih terlalu malas mencari foto dari stok yang ada. Apalagi kalau harus mengedit. Foto yang diambil adalah foto yang terdepan dan tidak terlalu jelek saja.)

Leave a Comment