Pinginnya, saya setiap hari Minggu pagi adalah leyehan di depan tipi sambil nonton, entah drakor atau Youtube, atau bahkan membiarkan tipi menonton saya karena ketiduran.
Begitulah inginnya. Sebenanrya keinginan itu bukan hanya khusus hari Minggu, tetapi juga “weekend” alias termasuk hari Sabtu.
Bukankah memang pemberi kerja, alias si kantor tempat bekerja memberikan hari itu supaya karyawannya bisa refreshing dan kembali bekerja dengan segar di hari Senin?
Sayangnya, entah memang sudah takdir saya, atau memang karena saya yang tidak bisa diam, Sabtu dan Minggu, bukanlah hari libur dimana bisa 100% leyehan saja.
Ujungnya biasanya, yang saya lakukan adalah kalau tidak beberes rumah yang berantakan, terutama sejak menjadi kantor si Kribo. Ya, mengantar kumendan rumah, si Yayang pergi keluar rumah, entah ke rumah adik-adiknya atau bahkan ke mall.
Bagaimanapun, si Yayang juga butuh hiburan dan refreshing karena selama 5 hari tiap minggu dia akan standby di rumah/kantor. Jadi, saya harus meluangkan waktu agar ia bisa mendapatkan sedikit hiburan, sebelum kembali ruwet dengan pekerjaan rumahnya.
Sekarang situasinya malah lebih hectic dan ruwet.
Karena saya, bersama si Kribo, dan kawan-kawannya adalah satu tim dalam LB Digital, bisnis yang kami jalankan. Keputusan dari mereka akan mempengaruhi liburan saya.
Beberapa hari yang lalu, mereka memutuskan menerima tantangan untuk mengelola sebuah cafe di kawasan Dramaga, Bogor. Namanya Tanabumbu atau Tanbu.
Bukan hanya mengelola pemasaran saja, tetapi bahkan diharap menjadi inti dalam pembangunan cafenya menuju launching, dan kemudian mengelolanya.
Sebuah bidang yang sebenarnya berada di luar zona bisnis yang dilakukan. Namun, karena kami berprinsip, kesempatan tidak datang dua kali, tawaran tersebut diterima dengan tangan terbuka.
Jeleknya, hal itu akhirnya merubah Sabtu dan Minggu yang sebelumnya hari “libur” bagi saya (dan sudah dipotong sejak ada LB Digital), menjadi hari “kerja” juga. Di hari dimana kebanyakan orang leyehan, saya masih harus banyak berpikir, membuat catatan, menganalisa, memberi instruksi, memberi pelatihan, dan banyak hal lainnya.
Kedua hari santai itu sekarang sudah menjadi hari yang hectic juga. Tidak beda dengan Senin sampai Jumat dalam kehidupan saya.
Ruwet.
Namun, saya tidak menyesali perubahan akhir pekan yang seharusnya hari santai menjadi hari kerja.
Saya tahu itu hanyalah sementara saja. Ketika si Kribo dan timnya sudah semakin berpengalaman dan makin pandai, penanganannya akan menjadi tanggung jawab mereka.
Ketika saat itu tiba, saya bisa kembali menikmati akhir pekan seperti biasa lagi. Tidak lagi akan se-rusuh ini. Saya menargetkan bahwa dalam 1-2 tahun ke depan LB Digital sudah akan berjalan lancar dan mendapatkan penghasilan yang banyak karena timnya semakin pandai, berpengalaman, dan ditunjang oleh klien yang banyak.
Dengan begitu, di saat itu, si Kribo dan kawan kawannya sudah lebih mapan dari berbagai segi kehidupan, termasuk penghasilan.
Nah, barulah setelah itu kami bisa menjadi kakek dan nenek yang menikmati sisa hidupnya dengan tenang. Setiap hari akan dibuat menajdi akhir pekan yang santai dan menyenangkan.
Bukan karena bisnisnya yang sudah berjalan, tetapi lebih karena putra kesayangan kami, saat itu berarti sudah bisa berdiri sendiri. Dengan begitu tugas kami sebagai orangtua “selesai” karena ia sudah akan bisa berjalan sendiri dalam kehidupannya, mandiri.
Walaupun, setelah dipikir lagi, sepertinya tidak akan semudah itu ketika memandang blog ini dan beberapa lainnya. Mereka sudah menunggu untuk dikelola kembali.
Jadi, sepertinya, setelah si Kribo bisa berjalan dengan baik, saya masih akan sulit untuk menjadikan setiap hari adalah akhir pekan karena rencananya memang saya akan kembali menjadi blogger setelah pensiun. Tidak mungkin lah bisa leyeh leyeh tiap hari.
Mana ada blogger yang begitu.
Tapi, sepertinya tetaplah Sabtu dan Minggu bisa dijadikan kembali ke fungsinya, sebagai hari libur dan bersantai.
Mudah-mudahan saja terealisasi. (Dengan nada tidak yakin, karena saya menemukan bahwa semua hal ini terjadi karena saya yang “tidak bisa diam” dan santai. Itulah alasan kenapa si Yayang kadang mengomeli dan mengingatkan untuk “tidak terus mikir”, sesuatu yang susah saya kerjakan)
Semangat terus, Pak! 😀
sama buat dikau juga yah.. fighting!