Rel Yang Benar

Seorang kawan karib, setidaknya begitulah pandangan saya, mengatakan malam ini, bahwa saya sebagai orangtua sudah bisa tenang.

Ia merujuk pada situasi si Kribo, Arya, yang setelah lepas kuliah memilih untuk berbisnis dan bukan mencari kerja kantoran.

Kawan tersebut melihat bahwa usaha yang sedang digeluti si Kribo dan beberapa kawannya itu menunjukkan perkembangan yang pesat.

Meskipun secara materi belum menghasilkan sesuatu yang luar biasa, ia memandang bahwa si bocah yang dulu selalu nemplok di punggung, sudah berada di “rel” yang benar.

Memang kebetulan si Kribo badung ini, memutuskan dengan lantang, saat ia selesai kuliah untuk tidak mau melamar pekerjaan. Ia ingin berdiri sendiri dan berwirausaha. Jadi, perkembangan usaha yang dijalankannya, dipandang oleh kawan tersebut sudah sesuai jalur yang dikehendakinya.

Sudah Di Rel Yang Benar
Foto lupa dimana dan kapannya. Cuma kayaknya di tahun 2024

Terselip rasa senang mendapatkan pengakuan, validasi dari kawan yang juga memiliki usaha sendiri itu.

Dalam hati saya pun, tidak terhindarkan ada “rasa” yang sama bahwa dengan situasi sekarang, si Kribo memang sudah berada di jalur yang tepat.

Namun, tetap saja, di dalam hati ini ada juga rasa ragu dan khawatir. Cemas.

Bagaimanapun, sebagai seorang yang sudah hidup berpuluh tahun, saya tahu sekali bahwa dunia nyata itu keras dan penuh dengan hambatan.

Saya tahu bahwa si Kribo akan tetap berada di jalan yang berliku dan penuh hambatan. Dan, oleh karenanya, rasa cemas itu tidak bisa 100% pergi dari hati.

Tetapi, saya sadar saya harus bisa mengatasi rasa itu.

Semua itu karena saya tahu, rasa itu hadir karena saya sudah menjadi orangtua dan orangtua memiliki kebiasaan untuk selalu mengkhawatirkan anaknya.

Saya tidak boleh menghambat si Kribo hanya karena kekhawatiran dan harus percaya bahwa ia akan bisa mengatasi tantangan dan hambatan di jalannya.

Bogor, 21.20 (Saat si Yayang sudah di peraduan dan anak-anak LB Digital belum kembali dari bertugas)

Leave a Comment