Pepatah mengatakan “Tidak ada pesta yang tidak berakhir”.
Segala sesuatu pasti ada akhirnya karena pepatah ini mencerminkan kodrat manusia yang fana.
Tidak ada yang abadi di dunia ini.

Saya tidak menyangkal kebenaran dan kemutlakan yang ada di dalam pepatah itu. Namun, tetap saja saya tidak menyukainya.
Perpisahan, terutama dengan orang-orang yang dikenal dan berhubungan baik dengan kita, apalagi yang dekat, akan selalu menyisakan rasa “tidak nyaman” di hati.
Begitulah rasa yang ada ketika 2 orang, 1 dari LB Digital, dan 1 dari Tanabumbu, yang notabene “anak didik” saya mengatakan resign, kemarin dan hari ini.
Pepatah itu terngiang lagi, tetapi tetap saja saya tidak bisa menghindari rasa tidak nyaman di hati.
Karena, saya sadari juga hal ini, saya tetaplah manusia.
Jakarta, 27 Januari 2026.