Fotografi bisa dipergunakan untuk berbagai hal. Bisa untuk menampilkan keindahan, bisa menampilkan cerita, bisa untuk merekam peristiwa, dan banyak hal lainnya.
Ada begitu banyak pilihan yang bisa diambil seseorang.

Bagi banyak orang, banyaknya pilihan menjadi sebuah berkah, tetapi bagi saya, seorang fotografer amatir, adanya begitu banyak pilihan itu menyusahkan dan membingungkan.
Terkadang, saya bingung harus menampilkan yang mana. Apakah keindahan yang harus dimasukkan dalam frame? Atau cerita? Atau emosi? dan berbagai atau lainnya.
Banyaknya pilihan menjadi sebuah jebakan tersendiri dan menghadirkan masalah yang seringnya berujung pada kompromi, yaitu berusaha tetap menampilkan keindahan dalam sebuah dokumentasi, dan dibumbui dengan sebuah kisah.
Sayangnya, kompromi seperti itu terkadang tidak memberikan hasil yang diharapkan. Mereka yang melihat foto seperti menangkap kebingungan si pemotret, sehingga mereka ikut terjebak dalam pilihan yang ada,.
Butuh cukup lama, sampai saya menyadari bahwa fotografi, sama dengan hidup, adalah tentang membuat pilihan. Yang manapun yang diambil, ada kelebihan dan kekurangannya, ada bagus dan jeleknya.
Dan, saya memilih untuk memotret saja yang saya suka tanpa harus memikirkan keindahan atau cerita atau emosi, atau yang lainnya.
Karena dengan begitu, saya menjadi bebas beban dan mendapatkan hasil berupa rasa senang dan bahagia kalau fotonya bagus (setidaknya menurut saya). Tidak peduli yang dikatakan orang lain.