Hidup Tak Selalu Baik-Baik Saja

Judul tulisan ini adalah judul buku, salah satu yang berada dalam jejeran beberapa buku yang belum sempat saya baca.

Sedikit kurang menarik, kalau sekedar melihat judulnya. Semua itu karena saya sudah berusia 56 tahun dan tentunya sudah sangat sadar sekali bahwa kehidupan itu naik turun dan kurvanya tidak pernah berbentuk garis lurus.

Dalam hidup, sering saya merasa berada di puncak kebahagiaan, seperti saat putra tersayang lulus kuliah. Namun, beberapa tahun sebelumnya, saya merasa begitu down ketika kehilangan ibunda tercinta.

Banyak sekali episode yang saya sudah jalani. Semua itu sudah lebih dari cukup bahwa hidup itu penuh warna dan bukan monokrom, satu warna.

Seberapapun kuat dan tenangnya saya, tetap saja ada rasa sedih, sakit, dan pahit dalam beberapa situasi. Begitupun, ada banyak saat dimana saya berusaha untuk tidak terlalu menunjukkan rasa bahagia, tetap saja tidak terhitung berapa kali akhirnya sorakan keluar karena senang atau bahagia.

Itulah alasan buku yang judulnya sama dengan tulisan ini belum juga dibaca. Mungkin, dibandingkan penulisnya sendiri, saya lebih berpengalaman dalam hal itu.

Namun, saya pikir, pada akhirnya buku itu akan tetap dibuka dan dibaca, oleh saya. Bukan karena pengetahuan dan pengalaman kurang sehingga butuh bantuan orang lain, tetapi karena tidak ada salahnya, sedikit melongok pada pemikiran orang lain.

Mungkin saja, saya bisa menemukan satu hal yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan di masa datang. Mungkin juga, saya bisa merasakan sedikit senang melihat ada orang yang mengalami hal yang sama.

Dan, berbagai kemungkinan lainnya.

Saya rasa itulah yang membuat buku pernah menjadi kawan dekat karena ia akan, sebelum dibuka dan dibaca, menghadirkan rasa keingintahuan dan berbagai kemungkinan.

Sesuatu yang membuat kehidupan menjadi sedikit lebih menarik dan terasa baik-baik saja atau setidaknya sedikit lebih baik.

Bogor, 20.05

Leave a Comment

Cerita Lagi