Masalah klasik, yang selalu terjadi dalam keluarga, yaitu perseteruan antara orangtua dan anak. Mungkin, terlalu kasar kalau disebut perseteruan, tetapi pada kenyataannya selalu ada hal yang membuat orangtua sulit mengerti anak dan sebaliknya, anak sulit memahami orangtua.
Selalu ada jarak antara keduanya.
Klasik karena masalah itu ada, dan pastinya akan selalu ada dalam setiap keluarga. Sulit dan bahkan bisa dikata hampir tidak mungkin dihilangkan.
Mengapa? Kok tidak bisa?
Ya karena pola didik dan pengasuhan yang berbeda. Tidak sama.
Orangtua diasuh dan dididik oleh orangtua mereka, yaitu kakek dan nenek si anak, yang berasal dari generasi sebelumnya. Biasanya lebih kolot dan tradisional dibandingkan si bapak atau ibu.
Sedangkan, si anak, diasuh oleh orangtua, yang biasanya berpikiran orangtua mereka terlalu mengekang. Oleh karena itu biasanya mereka memberi kebebasan lebih banyak kepada anak mereka.
Hasilnya adalah anak yang lebih bebas, sedangkan para orangtua sendiri biasanya masih terbiasa ‘terkekang’.
Mindset yang terbentuk pasti berbeda antar kedua generasi itu dan ujungnya adalah kedua pihak akan sulit untuk saling mengerti dan memahami jalan pikiran, kebiasaan, dan gaya masing-masing.
Sesuatu yang wajar dan harus diterima oleh kedua pihak kalau mau ada perbaikan dalam hubungan. Dengan begitu mereka menetapkan titik awal sebuah negosiasi dan kompromi.
Tanpa itu maka gap itu tidak akan pernah mendekat dan titik temu tidak akan ada.
Bogor, 20.22