Satu Hari Satu Foto

Kemungkinan turis di Jalan Wahid Hasyim dekat Hotel Morrisey, 1 Desember 2025, sore hari sepulang kerja

Selain ingin kembali rutin menulis di blog, ada satu keinginan lagi yang ingin dihidupkan kembali, yaitu kebiasaan memotret.

Kedua hobi itu adalah passion saya. Jadi, saya ingin kembali merasakan berbagai kegembiraan yang dialami saat melakukannya.

Nah, demi tujuan itu, saya berusaha terus berlatih, menghidupkan kembali semangat memotret. Salah satunya dengan menerapkan satu hari satu foto, dimana setidaknya saya menghasilkan satu foto yang menarik.

Terlihat mudah, tetapi sebenarnya tidak. Saya hanya punya celah waktu sedikit saja. Di pagi hari saat berangkat ke kantor, saat istirahat, dan saat pulang kerja.

Lebih membuatnya sulit lagi adalah jalur yang saya lewati ya itu itu saja. Tidak ada variasinya. Bisa dikata sangat membosankan. Pemandangan sudah saya lihat setiap hari selama lebih dari 17 tahun (di kantor yang sekarang).

Saya pikir bakalan sulit menemukan obyek foto.

Setidaknya, begitulah pemikiran saya saat memulai, yang ternyata salah.

Namun, pada kenyataannya, Samsung S23 FE saya sudah merekam ratusan foto. Obyek foto bukanlah masalah karena ternyata banyak sekali.

Banyak cerita kehidupan di jalanan yang bisa direkam bahkan dalam rentang waktu yang terbatas.

Dan, pada akhirnya, saya bisa menghasilkan lebih dari 10 foto menarik (tidak termasuk yang didelete karena dianggap jelek) setiap hari dan salah satunya saya usahakan dipajang di blog ini, yang artinya saya akan melahirkan satu posting juga.

Pelajaran bagi saya, atau bisa disebut juga pengingat, “sesuatu yang terlihat susah, setelah dijalani ternyata tidak seperti yang terlihat”.

Bisa lebih mudah, (tetapi bisa lebih susah juga).

Leave a Comment