Hari Ke-31 : Catatan Di Ujung Hari

Hari Ke-31 : Catatan Di Ujung Hari

Wow.

Sekali lagi wow.

Tidak menyangka saja bahwa ternyata hari ini saya bisa produktif juga. Dalam segala hal loh. Padahal, hari ini dimulai dengan sedikit tidak menyenangkan ketika menerima semprotan (makian) banyak orang via twitter yang tidak menyukai pandangan yang saya kemukakan.

Biasanya sih, yang seperti itu sudah bikin bete, suasana hati menjadi runyam dan suram, dan akhirnya produktivitas menurun dalam segala hal. Biasanya .. saya akan menghabiskan waktu untuk membalas makian tersebut dan kemudian terlibat dalam “pertempuran”.

Cuma, entah kesambet apa, hari ini, tidak timbul keinginan untuk bahkan membalas sedikitpun makian tersebut.

Mungkin sih karena saya sadar kalau yang seperti itu dibalas, hasilnya hanyalah debat kosong tak berguna yang memakan waktu saja. Tapi, yang lebih mungkin lagi, ya karena saya tahu kalau diladeni hasilnya hanya membuang waktu dan energi saja.

Tidak ada gunanya karena hanya sebagai pemuas ego saja.

Saya memilih setelah itu untuk mengalihkan pikiran dan tenaga pada hal-hal lain saja, yang dimulai dengan menjawab email pekerjaan (saya sudah WFH/Work From Home selama 1 bulan).

Dilanjutkan dengan menyapu, membersihkan rumah, menyemprot rumah dengan Dettol supaya setidaknya virus tidak mau mampir. Kemudian, menjawab email lagi. Menulis postingan untuk blog adalah selanjutnya. Menjawab email lagi, menulis posting lagi, dan terus.

Hanya diselingi dengan mengantar si Yayang, mantan pacar tersayang, untuk ke ATM, membeli jambu klutuk, belanja beras, susu, dan bahan pokok di Indomaret.

Tentunya, nggak lupa juga istirahat sambil menonton film dan makan (mumpung belum puasa).

Dan seterusnya begitu.

Sampai akhirnya, hari ke-31 masa WFH saya mendekati akhir.

Ternyata saya sudah menghasilkan 5 buah tulisan yang sudah diterbitkan di beberapa blog yang saya kelola. Lumayan juga untuk seorang yang sedang bete karena bosan dan cemas. Pekerjaan kantor juga sudah beres, dalam artian tidak ada masalah yang tertunda. Rumah juga bersih dan tidak lengket.

Produktif sekali.

Mungkin, besok dan besoknya lagi, saya akan meniru hari ini. Mau tidak mau, situasi masih akan terus berlanjut seperti sekarang, dimana saya masih harus terus #dirumahaja. Tetapi, saya rasa, sudah hadir solusi bagaimana mengatasi kebosanan dan kekhawatiran terhadap situasi membuat saya menjadi orang linglung dan bingung (sampai gangguin teman yang sedang kerja).

Saya akan coba mengalihkan energi yang sejak masa WFH  seperti tidak punya tempat penyaluran. Besok, lusa dan seterusnya, saya akan coba alirkan untuk melakukan atau memproduksi sesuatu, seperti misalnya menulis posting.

Dengan begitu, saya bisa produktif dan tidak menyia-nyiakan energi hasil makan sekedar hanya untuk melihat-lihat berita Corona, berantem di Twitter, atau menonton film saja. Rasanya terlalu sayang kalau hanya itu yang dihasilkan dari makanan yang saya telan.

Dan, yang pasti, saya tidak akan membuat teman terganggu hanya karena saya butuh teman ngobrol. Tidak enak juga rasanya.

Malu.

So, hari ini, hari ke-31 masa WFH akibat Covid-19 saya akan ditutup dengan terbitnya postingan ini. Walau, rasanya tidak akan ada yang baca, tetapi setidaknya bisa menyalurkan sedikit pemikiran yang ada di kepala, dan yang jelas, membuat saya semakin terlatih untuk terus berusaha produktif meski berada di rumah tidak bisa kemana-mana.

Bogor, 21 April 2020 saat jam komputer menunjukkan pukul 11.25 (malam pastinya).

Leave a Comment