Office Boy

Saya selalu bilang, kepada si Kribo – putra kesayangan kami dan juga pada anggota tim LB Digital, bahwa ketika usaha yang sedang dibangun ini berjalan, lancar, dan mereka menjadi mapan, saya ingin mendapatkan satu posisi.

Maksudnya, posisi dalam perusahaan yang mereka kelola.

Posisi tersebut adalah Office Boy. Bukan direktur, bukan komisaris.

Saya hanya ingin posisi itu saja. Dan, si Yayang bilang ia juga bersedia menjadi Office Girl atau tukang masaknya saja.

Si Kribo nyengir mendengar keinginan bapak ibunya. Begitu juga, anak-anak LB Digital, yang sudah seperti anak kami juga.

Selama ini, saya, bapak mereka adalah pengendali, pengarah, atasan. Saya adalah mentor dan leader dari mereka dalam membangun usaha ini.

Tetapi, saat ini saja. Saat mereka sedang membangun.

Namun, saya tidak pernah berniat untuk seterusnya begitu. Tidak seperti yang di drakor drakor dimana banyak orangtua masih menjadi pengendali.

Tidak pernah terbayangkan hal itu akan terjadi dalam kehidupan saya, si Kribo, dan LB Digital.

Saya tidak membangun dan mengendalikannya karena saya ingin mendapatkan uang dari sana. Yang menjadi cita-cita saya, dan si Yayang, adalah usaha tersebut bisa menjadi tempat dimana putra tersayang kami berada, dan anak-anak lainnya.

Saya dan si Yayang menyadari bahwa kami tidak perlu banyak untuk hidup. Keinginan kami sudah menyusut dan ambisi juga tidak lagi berlebihan.

Keinginan kami hanya satu, si Kribo, dan juga putra-putri kami di LB Digital hidup sejahtera dari usaha yang mereka bangun. Bukan untuk kami.

Bagian kami adalah rasa bahagia karena mereka bisa mandiri, sejahtera, dan hidup bahagia. Tidak lebih.

Jadi, yang saya lakukan saat ini, mengontrol, mengendalikan, dan menjadi mentor dari mereka adalah untuk mereka dan untuk kami.

Bagaimanapun, kami sadar bahwa pengetahuan dan pengalaman saya akan sangat membantu LB Digital untuk berkembang lebih cepat dan stabil, dibandingkan kalau dijalankan oleh anak-anak muda, yang kadang terlalu banyak ide.

Menjadi pengendali, pengontrol, dan mentor saat ini adalah seperti membeli waktu sambil menunggu mereka menjadi matang dan mampu menjalankan usahanya dengan baik.

Jika itu sudah terealisasi, maka peran kami pun tidak lagi diperlukan.

Namun, karena kami tetap ingin masuk ke dalam dunia orang kesayangan, si Kribo, maka kami perlu peran di sana. Namun, peran itu tidak bolehlah mengganggu mereka dalam banyak hal, tetapi tetap harus ada.

Peran Office Boy dan Office Girl memastikan keterlibatan kami, tetapi dengan porsi yang sangat minim.

Itulah alasan mengapa saya dan si Yayang berharap ingin menjadi office boy atau office girl, di LB Digital, usaha yang kami bangun dan harapkan bisa menjadi jalan bagi si Kribo di masa depan.

Kami ingin tetap berada di dunia putra kesayangan kami, meski dalam peran yang sangat kecil. Kami ingin melihat ia sejahtera dan bahagia.

Karena kami bahagia ketika saat itu terwujud.

(Bogor 21 Nopember 2025, sambil menunggu tim LB Digital melakukan Photoshoot di Cafe Tanabumbu yang segera launching)

Leave a Comment