Waktu : Membuat Foto Menjadi Lebih Bernilai

Waktu Membuat Foto Menjadi Lebih Bernilai
Stasiun Cilebut 2015 – saat peron tengah masih dipergunakan untuk turun naik penumpang di saat hujan turun

Terus terang, saat foto ini dibuat, sebenarnya sekedar untuk mengisi waktu saja . Saat itu langit Bogor mendung dan hujan turun di pagi hari dan kereta agak terlambat datangnya.

Jadi, daripada bengong dan nganggur, kebetulan ada warna-warni payung penumpang bersliweran, saya mengeluarkan hp Kentang, yang sekarang merknya sudah tidak ingat lagi.

Saya mengambil beberapa potret dari penumpang yang menunggu Commuter Line di peron tengah, peron yang terbuka tanpa atap. Siapapun yang menunggu di sana, di tengah guyuran air hujan harus berpayung kalau tidak mau basah.

Kualitas fotonya jelek karena lensa kameranya juga jelek. Maklum ponselku saat itu masih yang level bawah dari yang terbawah. Tidak bisa diharapkan menghasilkan foto yang bagus.

Foto ini sendiri sudah tersimpan di hard disk eksternal dan terlewat untuk dihapus. UNTUNG!

Karena sekarang, saya merasa foto itu menjadi lebih bernilai. Stasiun Cilebut dan banyak stasiun Commuter Line lainnya sudah tidak lagi “memfungsikan” peron tengah sebagai tempat naik turun penumpang.

Peron tengah istilahnya sudah jadi sekedar pemisah jalur saja. Tidak ada penumpang bahkan petugas yang berada di sana.

Foto-foto iseng ini sekarang menjadi salah satu bukti atau dokumentasi dari masa dimana PT KCI (Kereta Commuter Indonesia) pernah memfungsikan peron di tengah untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di Jabodetabek, atau setidaknya di stasiun Cilebut.

Nilainya bertambah karena sesuatu yang dulu ada, sekarang tidak ada.

Itulah, rasanya, alasan mengapa lukisan dari abad ke-18 akan bernilai lebih tinggi. Karena selain lukisan, benda itu akan “mewakili” suatu masa yang sudah lampau. Nilainya bertambah karena itu.

Iya nggak sih?

Jakarta, 10.16

Leave a Comment